Viral Antrean Pendaftaran Pasien RSUD Wates Mengular

Viral Antrean Pendaftaran Pasien RSUD Wates Mengular
Viral Antrean Pendaftaran Pasien RSUD Wates Mengular

Nagaliga.news – RSUD Wates, Kulon Progo tuai sorotan di sosial media. Musababnya, antrean panjang di loket pendaftaran, yang dilaporkan memakan waktu hingga berjam-jam.

APA YANG TERJADI

Video antrean panjang di RSUD Wates itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram @kulonprogonews1 pada Rabu (22/5/2024) pagi.

Read More

Adapun, video menunjukkan antrean mengular dari masyarakat yang hendak mendaftar di loket pendaftaran RSUD Wates.

“Spill lur, seberapa pagi kita harus datang untuk antri tiket?,” tulis akun kulonprogonews1 dalam captionnya siang ini.

Hingga berita ini ditulis unggahan tersebut sudah ditonton sebanyak 47 ribu kali dan mendapat ratusan komentar dari warganet. Beberapa komentar menyebutkan jika pendaftaran untuk berobat di RSUD Wates memang memakan waktu lama.

APA KATA NETIZEN TENTANG ANTREAN RSUD WATES

“Kemaren kontrol anak daftar online tapi sampai di sana ndak bisa check in sendiri harus ikut antri. Berangkat jam 7.30 sampai rumah jam 10,” tulis salah satu akun.

Selain itu ada pula komentar yang menyebut jika kondisi ini sudah biasa terjadi tak hanya di RSUD Wates saja.

“Di RSUD manapun yang antri kaya gitu udah biasa, kalau yang nggak pernah kontrol rutin pasti kaget, kalau udah biasa ya enggak masalah mau sampai jam berapapun tetap sabar,’ tulis salah satu akun.

SEMENTARA ITU

Sementara itu dari pantauan di lokasi siang ini, kondisi loket pendaftaran RSUD Wates sudah terlihat lengang. Hanya nampak beberapa pasien yang sedang mengantre untuk ambil obat, salah satunya Sukijan (63).

“Masih antre obat ini mas, dari tadi belum dipanggil-panggil,” ujarnya.

Sukijan mengatakan antrean panjang memang sempat terjadi di loket pendaftaran RSUD Wates pada pagi tadi. Warga Dipan, Wates, ini juga jadi salah satu pasien yang turut dalam antrean tersebut.

“Benar, tadi pas saya ke sini jam 9-an itu masih antre lumayan panjang, harusnya jam 10.00 WIB udah periksa tapi karena ada antrean panjang jadinya mundur,” ucap pria yang sejak beberapa waktu terakhir ini rutin kontrol di RSUD Wates.

Menurutnya antrian panjang sudah menjadi hal biasa di RSUD Wates. Namun, antrean kali ini disebut lebih lama dari biasanya.

“Kalau antre itu memang ada, tapi biasanya nggak selama ini. Apa karena besok libur ya jadi pada dateng di hari ini semua,” ujarnya.

Respons Manajemen Rumah Sakit

Direktur Utama RSUD Wates, Eko Budiarto, membenarkan adanya antrean panjang di loket pendaftaran RSUD Wates. Dari laporan yang diterimanya, antrean itu berlangsung sekitar 1 jam.

“Saya sudah diberitahukan tentang antrean tadi pagi, dan sudah koordinasi, sudah dianalisa dan kami akan menjawabnya. Tapi secara umum antrean ini hanya berlangsung sekitar satu jam,” ucapnya.

Eko menyebut antrean disebabkan karena masyarakat lebih memilih datang langsung ke rumah sakit tanpa mendaftar online terlebih dahulu.

“Sebenarnya kami sudah membuat sistem pendaftaran yang cepat dan digital mandiri, tapi sampai saat ini warga lebih memilih untuk datang sejak pagi sebelum pendaftaran buka dan berbondong-bondong berbarengan, sehingga saat loket pendaftaran mandiri maupun yang dibantu itu dibuka jam jadi terkonsentrasi,”ujarnya.

“Sebenarnya tidak perlu sejak pagi sebelum loket pendaftaran buka datang, karena sudah bisa langsung diakomodir mengingat waktu pendaftaran yang diperlukan tidak sampai 2 menit saja dan kami punya 5 anjungan mandiri dan 5 anjungan manual. Hal ini juga ditambah dengan peningkatan tajam jumlah kunjungan pasien,” imbuhnya.

Dugaan lain terjadinya antrean panjang karena pada hari ini seluruh poli buka, dan dokter praktek lebih banyak dari biasanya. “Mungkin salah satunya juga, hari Rabu dokter yang praktek di sini lebih banyak, polinya semua buka,” ujarnya.

Terlepas dari hal ini, pihak manajemen akan melakukan evaluasi untuk mengantisipasi peristiwa serupa terulang kembali.

Sumber : detik.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *