Gelagat Aneh Siswa SMK di Bandung Barat yang Tewas Usai Diduga Alami Bullying Selama 3 Tahun

Gelagat Aneh Siswa SMK di Bandung Barat yang Tewas Usai Diduga Alami Bullying Selama 3 Tahun
Gelagat Aneh Siswa SMK di Bandung Barat yang Tewas Usai Diduga Alami Bullying Selama 3 Tahun

Nagaliga.news – Nabila Fitria Nuraini (18) salah seorang siswa SMK di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat diduga mengalami perundungan atau bullying oleh temannya sendiri selama tiga tahun. Korban disebut mengalami gangguan kejiwaan hingga akhirnya meninggal dunia.

APA YANG TERJADI

Kasus dugaan perundungan atau bullying itu viral di media sosial usai dibagilan akun X @jissookkim. Dalam unggahan akun tersebut, dijelaskan korban kerap mendapat perundungan selama tiga tahun, baik secara fisik maupun verbal. Korban diketahui merupakan warga Kampung Centeng, RT 05/07, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, KBB.

Read More

Siti Aminah (42) ibu korban mengatakan, sebelum anak pertamanya itu meninggal dunia, ia dan suaminya sempat membawanya ke klinik hingga pengobatan alternatif. Sebab, kondisi mental korban semakin menurun.

“Ke dokter sudah, kemudian pengobatan non medis juga sudah, bahkan rukiyah juga sudah,” ujar Siti di kediamannya, Senin (10/6/2024).

Dia mengatakan, kondisi anaknya mulai terlihat aneh pada 8 Mei 2024 ketika pulang sekolah yang tiba-tiba ingin memeluknya. Selain itu, korban mengutarakan kebahagiaannya karena sebentar lagi akan lulus dari sekolah tersebut dan mengatakan akan terbebas dari beban selama tiga tahun.

“Saya masih berfikir positif mungkin lagi cape pulang sekolah dan sebelumnya ada acara jadi panitia. Besoknya langsung ngedrop dan kondisi mentalnya terus menurun, marah-marah gak jelas, gelisah, mengungkapkan kekesalan,” ujarnya.

Anaknya, kata dia, seperti terus mengungkapkan yang selama ini yang dipendamnya. Hingga akhirnya korban meninggal dunia pada 30 Juni 2024. Selama ini, keluarga sudah berusaha mengadukan kejadian yang dialami anaknya kepada pihak sekolah maupun keluarga terduka pelaku. Namun belum mendapatkan respon yang memuaskan.

“Kami dari awal dapat laporan dari temannya sampai anak drop sudah datang ke sekolah, tapi kayanya terlambat responnya. Ke pelaku juga pas diminta datang ke rumah, responnya gak baik,” ucap Siti.

LEBIH LANJUT

Dia melanjutkan, pertama kali mengetahui anaknya diduga menjadi korban bullying temannya sendiri saat kelas 2 dari temannya yang bercerita.

“Pas kelas 2 ada temennya cerita Nabila selama ini disuruh-suruh sama pelaku. Disuruh ngerjain tugas, disuruh gendong, dikata-katain kasar. Saya tanya ke Nabila, diam. Saya mau lapor ke sekolah juga gak boleh. Memang anaknya gak enakan,” ujar Siti.

Siti dan suaminya tetap berfikir positif dan percaya anaknya tidak mengalami masalah lantaran ketika berada di rumah tidak ada tanda-tanda tersebut. Namun laporan adanya dugaan perundungan itu kembali diterimanya akhir tahun 2023 ketika anaknya menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Kami udah ada buktinya, ada bukti chat anak saya,” pungkasnya.

Sumber : okezone.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *