Flu Burung Dapat Menular dari Sapi ke Manusia, Kok Bisa?

Flu Burung Dapat Menular dari Sapi ke Manusia
Flu Burung Dapat Menular dari Sapi ke Manusia

Nagaliga.newsBELAKANGAN Amerika Serikat dihebohkan dengan kasus flu burung (H5N1). Namun, penularannya bukan dari unggas, melainkan dari hewan ternak sapi. Tercatat, hingga saat ini terdapat tiga kasus flu burung menular dari sapi ke manusia yang kebanyakan menginfeksi pekerja di peternakan.

Lantas, mengapa kasus flu burung bisa terjadi pada sapi dan menular ke manusia? Berikut ulasannya, melansir dari laman STAT, Minggu (2/6/2024).

Read More

Virus flu burung H5N1 sendiri telah ada selama beberapa dekade, dan mayoritas ditularkan melalui ayam dan unggas lainnya. Namun belakangan ini penemuan tentang kasus flu burung kian berkembang.

Saat ini, virus tersebut telah menular ke sapi perah, dan menjadi tempat virus menginfeksi atau bermigrasi, sehingga hal ini banyak membuat para ilmuwan dan otoritas pertanian tercengang.

Apakah sapi menyebarkan virus seperti manusia menularkan flu?

Pada manusia, virus influenza biasanya menyebar melalui udara, baik melalui partikel kecil yang mengandung virus yang dapat terhirup, atau melalui tetesan yang lebih besar yang keluar dari mulut orang yang sakit ketika mereka batuk atau bersin.

Para ilmuwan kini mencoba mencari tahu apakah sapi juga menularkan flu burung H5N1 dengan cara yang sama. Sejauh ini, hal tersebut tampaknya mungkin saja terjadi, namun kecil kemungkinannya menjadi pendorong utama penularan penyakit.

Departemen Pertanian AS mengatakan, hanya sedikit tes saluran pernapasan sapi yang terinfeksi yang menunjukkan hasil positif, dan tes tersebut menunjukkan tidak banyak virus yang ada. Namun, setidaknya ada beberapa bukti bahwa H5N1 terkadang masuk ke saluran pernapasan sapi.

Sapi

USDA mengatakan dalam dokumen pertanyaan umum (FAQ) yang dirilis pekan lalu, bahwa Laboratorium Layanan Veteriner Nasional milik USDA telah menemukan H5N1 dalam sampel jaringan paru-paru dari sapi perah tanpa gejala yang berasal dari kawanan yang terjangkit virus tersebut.

Jadi apa penyebab utama penularan flu burung pada sapi?

Meskipun sumber penularan melalui pernafasan masih dipertanyakan, para ilmuwan banyak yang meyakini bahwa penularan bisa terjadi di tempat pemerahan susu, di mana sapi diikat ke mesin pemerah susu. Nah, pada sapi perah, virus H5N1 tampaknya menginfeksi payudara mereka, terutama di bagian kelenjar.

Jumlah virus dalam sapi yang terinfeksi sangatlah tinggi, sehingga mudah untuk melihat bagaimana infeksi pada satu sapi akan segera menjadi masalah bagi kawanan sapi lain.

“Bisa dibayangkan jika sapi tersebut diperah di tempat pemerahan. Bahkan beberapa tetes susu yang tersisa di cangkir yang digunakan untuk memerah susu akan mencemari puting sapi berikutnya.” Tulis Thijs Kuiken, seorang ahli patologi di departemen viroscience, di Erasmus Medical Center di Rotterdam, Belanda.

“Jadi Anda dapat dengan mudah membayangkan bagaimana, dalam beberapa hari, virus ini dapat menyebar dengan sangat cepat di antara sapi-sapi yang diperah di peternakan tersebut,” katanya.

Sedikit yang diketahui tentang bagaimana penularan pada sapi berubah selama infeksi H5N1. Para peneliti yang meneliti wabah penyakit pada sapi perah di Kansas dan Texas, menemukan bahwa di peternakan yang terkena dampak. Puncak gejala sapi yang terinfeksi flu burung terjadi pada empat hingga enam hari.

Gejalanya terjadi setelah sapi pertama mulai menunjukkan gejala seperti lesu, demam, berkurangnya asupan pakan, dan penurunan produksi susu secara tiba-tiba. Penyebarannya berkurang dalam waktu 10 hingga 14 hari, dan sebagian besar hewan perlahan-lahan kembali diperah secara teratur setelah pulih.

Lantas, apakah manusia bisa tertular virus flu burung jika mengonsumsi susu sapi yang terinfeksi virus H5N1?

Penelitian masih dilakukan untuk menentukan apakah semua teknik pasteurisasi pada susu dapat menonaktifkan virus flu burung.

Namun, para ilmuwan di Rumah Sakit Anak St. Jude di Memphis, Tenn, telah melaporkan bahwa meskipun mereka dapat menemukan bukti genetik virus tersebut dalam susu yang dibeli di toko. Mereka tidak dapat menumbuhkan virus hidup dari susu tersebut, sehingga menunjukkan bahwa pasteurisasi dapat membunuh H5N1.

Meski begitu, mengingat konsentrasi virus yang ditemukan para peneliti pada susu sapi yang terinfeksi. Mereka percaya bahwa susu mentah, alias susu yang belum dipasteurisasi bisa berpotensi lain.

Sumber : okezone.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *