Ade Rai Ungkap Penyebab Stres yang Kerap Dialami Masyarakat

Ade Rai Ungkap Penyebab Stres yang Kerap Dialami Masyarakat
Ade Rai Ungkap Penyebab Stres yang Kerap Dialami Masyarakat

Nagaliga.newsPERUT buncit merupakan akibat dari berbagai faktor yang terakumulasi dalam tubuh, termasuk pola makan yang buruk, stres, dan kurangnya aktivitas fisik. Karena itu, buncit memiliki berbagai konsekuensi yang dapat menimbulkan komplikasi.

Mengatasi perut buncit bukan hanya dengan olahraga, mengatur pola makan, atau diet saja. Tetapi dapat juga dengan salah satu faktor yang sering diabaikan namun memiliki dampak besar yaitu gerak napas. Namun, biasanya napas juga didominasi oleh stress respons yang dapat menimbulkan napas pendek dan cepat.

Read More

Hal ini yang menimbulkan konsekuensi dari buncit karena terjadi keterlibatan berbagai hormon utama, yaitu insulin dan kortisol. Melansir dari unggahan video dalam Instagram Ade Rai pada Selasa (11/6/2024), kortisol merupakan hormon stres, sedangkan insulin adalah fat storage hormon.

Jika kedua hormon utama tersebut diproduksi dalam jumlah yang berlebihan, sel-sel tubuh akan menjadi tidak sensitif lagi. Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya patogen, atau biasa disebut sebagai virus dan kuman. Selain itu, cushing disease juga dapat terjadi pada seseorang yang sering menjadikan stress sebagai gaya hidup mereka.

Karena itulah biasanya seseorang cenderung memiliki perut buncit, berkaki kecil, memiliki punuk, wajahnya bulat, dan pantat yang tepos. Sekadar informasi, stres dapat dipicu melalui panca indra, seperti mendengar atau menyaksikan sesuatu, yang kemudian dipersepsikan oleh hipotalamus.

Stres dapat membuat seseorang merasa lemas, sehingga tubuh membutuhkan gula yang dapat memproduksi sendiri. Untuk itu, produksi insulin meningkat sehingga potensi untuk disimpan dalam sel lemak menjadi lebih tinggi. Padahal, tubuh memiliki sistem yang disebut dengan autonomic nervous system.

Dengan adanya sistem tersebut, kita tidak perlu melakukan apa-apa atau memikirkan cara kerjanya, karena sistem ini bekerja secara otomatis. Jadi, jika kita menghadapi situasi yang penuh stres, tubuh akan mencoba beradaptasi secara fisiologis terhadap situasi tersebut.

Selain itu, Ade Rai juga menjelaskan bahwa kebiasaan stres yang buruk dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya seperti:

1. Stres secara chemical

Stres ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti toxicity, polutan, proses fudding, atau oportunistik.

2. Stres secara strukrural atau mekanikal

Menurutnya, ini biasanya diakibatkan karena kurang gerak yang menyebabkan masalah pada tulang punggung atau pinggang.

3. Emosi nasional

Stres ini dapat diciptakan sendiri oleh satu kondisi dalam durasi waktu tertentu, seperti ketika sedang olahraga, cold atau hot therapy, bahkan puasa. Orang yang menjadikan stres sebagai gaya hidup akan mengalami peningkatan adrenalin, tekanan darah, dan gula darah.

Sebaliknya, orang yang rileks akan memiliki sistem pencernaan, imun, dan metabolisme yang lebih baik.

Untuk itu, gerak napas mencerminkan gerak pikiran kita, dan sebaliknya. Orang yang napasnya pendek dan cepat biasanya sedang mengalami stres, sedangkan orang yang tenang cenderung memiliki napas yang panjang dan pelan.

Sumber : okezone.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *