Malam Lailatul Qadar 2024: Amalan dan Cara Memperolehnya

Malam Lailatul Qadar 2024: Amalan dan Cara Memperolehnya
Malam Lailatul Qadar 2024: Amalan dan Cara Memperolehnya

Nagaliga.News – Istilah Lailatul Qadar sudah tidak asing lagi di telinga umat Islam. Menurut pendapat populer Lailatul Qadar terletak di 10 malam terakhir Ramadan. Meski demikian, Allah SWT merahasiakan waktu persisnya.
Abdul Aziz Muhammad As-Salam dalam Menuai Hikmah Ramadhan dan Keistimewaan Lailatul Qadar menjelaskan, secara etimologis Lailah artinya malam, sedangkan Al Qadar artinya takdir atau kekuasaan. Adapun secara terminologi, dapat dijelaskan melalui firman Allah SWT dalam surah Al-Qadar ayat 1-5:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ ٥

Read More

Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadar, tahukah engkau apakah malam lailatul qadar itu ? Malam lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah SWT Tuhan mereka (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar.”

Menurut Tafsir Al-Qur’an Kemenag RI, Lailatul Qadar sebagaimana disebut dalam ayat di atas juga disebut dengan malam kemuliaan dan keagungan. Dijelaskan, malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan yang di dalamnya diturunkan cahaya hidayah kepada manusia.

“Malam itu adalah suatu malam yang memancarkan cahaya hidayah sebagai permulaan tasyrī’ yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia. Malam itu juga sebagai peletakan batu pertama syariat Islam, sebagai agama penghabisan bagi umat manusia, yang sesuai dengan kemaslahatan mereka sepanjang zaman. Malam tersebut lebih utama dari seribu bulan yang mereka lalui dengan bergelimang dosa kemusyrikan dan kesesatan yang tidak berkesudahan,” demikian bunyi Tafsir Al-Qur’an Kemenag.

 

Amalan Lailatul Qadar

Sama seperti orang yang ingin berperang, penting sekali untuk mempersiapkan diri dengan hal-hal yang berkaitan dengan perang itu sendiri. Dalam menyambut Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk melakukan ibadah, sebagaimana riwayat Aisyah RA tentang menghidupkan malam lailatul qadar dengan ibadah:

كَانَ رَسُولُ اللهِ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ-أَيْ: الْعَشْرُ الأخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ – شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: Aisyah menuturkan, “Jika telah masuk pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malam harinya, dan membangunkan keluarganya.”

Menukil buku Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar karya Candra Nila Murti, daripada sibuk untuk menghitung dan mencari tanda kapan datangnya Lailatul Qadar, alangkah baiknya jika kita berupaya memperbanyak amalan dan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Berikut amalan yang dapat dilakukan:

  • Memaksimalkan zikir pagi dan petang.
  • Meningkatkan kualitas salat fardhu dan memperbanyak salat sunnah.
  • Memperbanyak sedekah yang wajib dan sunnah.
  • Berbagi hidangan buka puasa.
  • Banyak doa mohon ampunan.
  • Salat Taubat.

 

Usaha Menggapai Lailatul Qadar ala Rasulullah

Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik, tentu lebih sempurna amal ibadahnya daripada umatnya. Yunus Hanis Syam dalam bukunya bertajuk Materi Puasa Ramadhan menjelaskan, dalam hal ini Rasulullah SAW selalu membangunkan keluarganya untuk tekun beribadah. Sebagaimana hadis riwayat Bukhari berikut:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ اْلاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخارى)

Artinya: “Carilah olehmu sekalian Lailatul Qadar itu pada witir sepuluh terakhir di bulan Ramadan.”

Selanjutnya apabila yakin bahwa malam yang telah dilalui itu sedang terjadi Lailatul Qadar, maka sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa, umat Islam tidak boleh membiarkannya begitu saja. Setidaknya bisa membaca doa Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA seperti berikut:

وَعَنْ عائشة رضي الله عنها: قالت: «قلت: يا رسولَ الله إِنْ وَافَقْتُ ليلةَ القَدْرِ ، ما أَدْعُو به؟ قال: قُولي: اللهم إنك عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُ الْعَفْوَ فاعْفُ عَنِّي» أخرجه الترمذي

Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah RA, ia bercerita, ia pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, jika aku kedapatan menjumpai lailatul qadar, bagaimana doa yang harus kubaca?’ Rasulullah saw menjawab, ‘Bacalah, ‘Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī,”” (HR At-Tirmidzi).

Selanjutnya umat Islam bisa berusaha dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadan dan menjauhkan diri dari semua hal yang dapat mengurangi keseriusan beribadah pada hari itu.

Kemudian melakukan qiyamul lail berjamaah, sampai rakaat terakhir yang dilakukan oleh imam. dan menyelesaikan iktikaf sekuat tenaga.

Itulah sejumlah cara yang dilakukan Rasulullah SAW dalam usaha menggapai Lailatul Qadar. Semoga Allah SWT memperkenankan kita menggapai Lailatul Qadar, malam yang lebih utama daripada 1.000 bulan.

 

Sumber : detik.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *