Altaf Mahasiswa UI Ziarah ke Makam Korban demi Tak Divonis Mati

Altaf Mahasiswa UI Ziarah ke Makam Korban demi Tak Divonis Mati

Nagaliga.news Altafasalya, mahasiswa Universitas Indonesia (UI), dituntut hukuman mati atas pembunuhan terhadap juniornya, Muhammad Naufal Zidan. Altaf pun memohon keringanan hukuman. Kuasa hukumnya mengungkap sejumlah alasan pertimbangan permintaan keringanan hukuman Altaf, salah satunya janji kliennya ziarah ke makam korban.

Altaf Mahasiswa UI Ziarah ke Makam Korban demi Tak Divonis MatiHal itu disampaikan kuasa hukum dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (20/3/2024) kemarin. Sebagaimana diketahui, Altaf dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU). JPU menilai Altaf telah melakukan pembunuhan berencana terhadap juniornya, Muhammad Naufal Zidan.

JPU menilai tak ada hal yang meringankan terhadap Altaf. Sebaliknya, JPU mengungkap sejumlah hal yang memberatkan Altaf, di antaranya perbuatannya dianggap keji dan di luar batas perilaku manusia.

Pembelaan Diri Altaf

Kuasa hukum Altaf, Bagus S Siregar, menolak tuntutan hukuman mati terhadap kliennya. Menurut tim kuasa hukum, JPU telah keliru dalam menerapkan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

“Bahwa kami penasihat hukum Terdakwa Altafasalya Ardnika Basya bin Arie Armend dengan tegas menolak pidana mati yang telah dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum yang dibacakan pada tanggal 13 Maret 2023 yang menitikberatkan Terdakwa Altafasalya Ardnika Basya bin Arie Armend dengan dengan Pasal 340 KUHP, padahal yang demikian belum bisa dibuktikan secara sempurna oleh Jaksa Penuntut Umum,” kata kuasa hukum Altaf, Bagus S Siregar, dalam persidangan di PN Depok, Rabu (20/3/2024).

Bagus menilai JPU terlalu membabi-buta dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan menyampaikan bahwa ‘tidak ada hal-hal yang meringankan terhadap terdakwa’.

“Hal ini sangatlah keliru karena Terdakwa sangat jelas menyesali atas perbuatannya dan juga sudah menyampaikan permintaan maaf terhadap kedua orang tua korban Muhammad Naufal Zidan (almarhum) pada saat persidangan hari Rabu, 31 Januari 2024, dengan agenda pemeriksaan saksi,” kata Budi.

Janji Altaf Ziarah Kuburan

Kuasa hukum beralasan ada beberapa hal yang meringankan dari diri Terdakwa, salah satunya Terdakwa Altaf kooperatif. Di samping itu, Altaf juga berjanji akan ziarah ke makam almarhum Muhammad Naufal Zidan.

“(Altaf juga) berjanji akan berziarah ke makam (almarhum) Muhammad Naufal Zidan. Hal ini adalah sebagai dasar bahwa Terdakwa menyesali atas perbuatannya. Akan tetapi hal yang demikian sama sekali diabaikan oleh Jaksa Penuntut Umum dan tetap menjatuhkan pidana mati terhadap Terdakwa Altafasalya Ardnika Basya bin Arie Armend,” ujarnya.

Permohonan Keringanan Hukuman

Kuasa hukum meminta agar majelis hakim memberikan keringanan hukuman kepada Altaf dengan alasan perimbangan-pertimbangan sebagai berikut Bahwa Terdakwa mengakui dan berterus terang atas perbuatannya serta tidak mempersulit jalannya persidangan.

Bahwa Terdakwa bersifat kooperatif untuk membantu dan membuka peristiwa tersebut.

  1. Bahwa Terdakwa belum pernah dihukum
  2. Bahwa Terdakwa menyesali atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulang perbuatannya
  3. Bahwa Terdakwa memohon maaf kepada kedua orang tua Korban MUHAMMAD NAUFAL ZIDAN dan berjanji akan berziarah ke makam korban
  4. Terdakwa masih muda (berumur 23 tahun) dan masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
  5. Bahwa Terdakwa meminta maaf kepada kedua orang tuanya karena telah mengecewakan orang.

Kuasa hukum Altaf, Bagus S Siregar menolak tuntutan hukuman mati terhadap kliennya. Dia meminta majelis hakim memberikan hukuman yang lebih adil bagi Altaf “Apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain mohon putusan seadil-adilnya,” kata Bagus.

Sumber : detik.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *