Dokter Jelaskan Asupan Gizi bagi Pengidap Gagal Ginjal selama Puasa

Dokter Jelaskan Asupan Gizi bagi Pengidap Gagal Ginjal selama PuasaDokter Jelaskan Asupan Gizi bagi Pengidap Gagal Ginjal selama Puasa

Nagaliga.newsBERPUASA memang menjadi bagian dari ibadah selama bulan suci Ramadan. Akan tetapi tidak semua orang bisa untuk berpuasa, terlebih mereka yang memiliki gangguan kesehatan tertentu. Khusus untuk para pasien gagal ginjal pun harus melalui konsultasi dokter apabila hendak menjalankan puasa.

TUJUANNYA

Hal ini bertujuan agar kondisi ginjal tetap baik dan cairan dalam tubuh tetap tercukupi. Selain itu, asupan gizi juga harus diperhatikan selama menjalankan puasa. Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Marya Haryono M.Gizi Sp.GK menjelaskan bahwa apabila pasien diperbolehkan untuk puasa, maka sebenarnya asupan gizinya sama saja dengan orang yang tanpa gangguan ginjal.

“Kalau misalnya sudah ada lampu hijau dari dokter penyakit dalam kalau boleh berpuasa tidak ada obat yang harus dikonsumsi pada siang hari. Berarti pengaturan gizinya itu mirip seperti orang biasanya,” tutur dr. Marya dalam konferensi pers Kalbe Peringatan Hari Ginjal, di kawasan Pasar Senen, Kamis 14 Maret 2024.

Akan tetapi maksud dari kata ‘sama’ ini ditujukan untuk makan-makanan yang sehat. Dokter Marya menyatakan para pasien gagal ginjal yang diperbolehkan puasa bisa menjalankan puasa seperti orang pada umumnya. Pola makannya pun sama yaitu saat sahur dan berbuka puasa. Hanya saja yang membedakannya itu ada di pemilihan takjil.

Jangan sampai para pasien ginjal semakin parah kondisinya akibat kalap berbelanja takjil yang sembarangan. Takjil bersantan dan banyak mengandung minyak tentunya sebisa mungkin dibatasi atau bahkan dihindari.

“Tiba-tiba banyak takjil dan makanan yang muncul saat berpuasa yang mengandung banyak santan seperti kolak, bubur kacang hijau. Bagi orang dengan gangguan fungsi ginjal, hal-hal seperti ini harus dibatasi oleh pasien,” katanya.

Menurut dr. Marya, pasien gagal ginjal yang berpuasa pun harus menjalankan pantangannya dan terus memantau fungsi ginjalnya. Terlebih bagi pasien yang mengalami malnutrisi, asupan gizinya harus terus lengkap dan tercukupi meski berpuasa.

“Fungsi ginjalnya juga harus dipantau, lalu jangan sampai yang udah malnutrisi karena periode makannnya cuma dua kali semakin malnutrisi. Jangan sampai hal itu terjadi,” ujar dr. Marya.

Sumber : okezone.com

By naga

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *