Kasus Ibu Skizofrenia Bunuh Anak Sendiri di Bekasi

Kasus Ibu Skizofrenia Bunuh Anak Sendiri di Bekasi

Nagaliga.newsKasus pembunuhan yang dilakukan ibu inisial SNF (26) kepada anak kandungnya sendiri inisial AM (5) di Kota Bekasi menyita perhatian. SNF secara tega membunuh anaknya dengan 20 tusukan. Pembunuhan itu terjadi di rumah SNF daerah Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Kamis (7/3). Korban ditemukan tewas dengan banyak luka tusukan di tubuhnya. Saat ini, SNF telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atas perbuatannya itu. Di satu sisi polisi mengatakan SNF mengidap skizofrenia. Indikasi kondisi kejiwaan ibu tersebut didapat lewat pemeriksaan psikologi.

Kasus Ibu Skizofrenia Bunuh Anak Sendiri di Bekasi

Kondisi Pelaku saat Ditangkap

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP M Firdaus mengatakan SNF diamankan tak lama setelah melakukan pembunuhan pada Kamis (7/3). Namun, saat diamankan, SNF tidak menunjukkan gelagat ‘aneh’. “Tidak ada (gelagat aneh) waktu ditangkap, tidak ada dia macam-macam. Dia dalam kondisi seperti biasa saja,” kata Firdaus kepada wartawan, dikutip Sabtu (9/3/2024).

SNF diketahui membunuh anak laki-laki berinisial AM di rumahnya di Bekasi. Pembunuhan itu awalnya diketahui oleh saksi inisial NA, yang datang untuk mengecek bocah AM. NA diutus oleh suami SNF, MAS, yang saat itu sedang ada di Medan. MAS merasa heran lantaran istrinya menyebut anaknya ‘sudah pergi jauh’ saat ditanya sang suami.

“Posisi suami masih di Medan, jam 10.00 WIB dihubungi baru diangkat, nah ditanya ke mana anak tersebut. Jadi dia berhalusinasi lagi dia mengatakan anaknya ‘sudah pergi jauh’,” ujarnya. Ucapan ‘aneh’ SNF inilah yang kemudian membuat suaminya meminta NA untuk mengecek anak dan istrinya. Benar saja, ketika NA datang, korban sudah tergeletak tak bernyawa di atas kasur.

SNF Ditahan

Polisi telah menetapkan SNF, ibu yang membunuh anaknya sendiri, AM (5), di Bekasi sebagai tersangka. Kini SNF ditahan polisi. “Iya benar, Tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Metro Bekasi Kota,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus saat dihubungi detikcom. Firdaus mengatakan tersangka SNF ditahan untuk 20 hari ke depan. Wanita berusia 26 tahun itu ditahan sejak Jumat (9/3). “Sejak kemarin penahanannya,” imbuhnya.

Tak Ada Tangisan Usai Pelaku Bunuh Anak

SNF membunuh anaknya, AM (5), dengan 20 kali tusukan karena bisikan gaib. SNF bahkan mengaku tak menyesal telah membunuh bocah laki-laki malang itu. “Hasil pemeriksaan, Tersangka tidak menyesal setelah membunuh anaknya,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus. Firdaus mengatakan SNF juga tidak menangis setelah mengetahui anaknya tewas di tangannya sendiri. SNF bersikukuh perbuatannya itu dilakukan karena ‘bisikan gaib’. “Tidak ada (menangis). Karena bisikan gaib, kata Tersangka,” katanya.

Sejauh ini, polisi masih terus mendalami apa motif SNF sehingga tega membunuh anak kandungnya sendiri. Namun, dari pengakuan tersangka, ia mengaku membunuh anaknya karena dorongan bisikan ‘gaib’. “Sementara pengakuannya karena ada bisikan gaib,” imbuhnya.

Momen Pelaku Bertemu Suami Usai Bunuh Anak

SNF, wanita yang membunuh anaknya sendiri di Bekasi, bertemu dengan suaminya, MAS, di kantor polisi. Saat bertemu, SNF sempat menyampaikan ‘ayah akan susul Abdullah’ kepada sang suami.

“Jadi karena pengakuannya ini mendapat bisikan ‘gaib’, sewaktu bertemu dengan suaminya dia juga menyampaikan ke suaminya, ‘Ayah akan nyusul Abdullah’,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/3/2024). Firdaus mengatakan ucapan itu disampaikan SNF kepada suaminya dengan dalih mendapatkan bisikan gaib.

“Iya, itu karena halusinasi dia, mendapat bisikan gaib itu,” ujarnya. Abdullah adalah anak pertama SNF dan MAS yang tewas dibunuh. Korban yang berusia 5 tahun itu tewas dengan 20 luka tusukan di tubuhnya.

Sebagai informasi, pada saat terjadi pembunuhan Kamis (7/3), MAS sedang berada di Medan, Sumatera Utara. Sang suami langsung pulang ke Bekasi setelah mendapatkan informasi bahwa anaknya telah dibunuh istrinya sendiri.

Firdaus mengatakan banyak keterangan tersangka yang tidak logis. Untuk itu, pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan kejiwaan mendalam kepada tersangka. “Makanya ini kita berkoordinasi dengan Apsifor untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan kepada yang bersangkutan,” katanya.

KemenPPPA Bakal Dampingi Bayi Selamat dari Pembunuhan Pelaku

Kasus ibu di Bekasi berinisial SNF (26), yang tega membunuh anaknya, AM (5), dengan cara menusuk 20 kali, menyita perhatian publik. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengaku prihatin atas kasus tersebut.

“Kami prihatin masih terjadi kasus kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak oleh orang tua korban sendiri yang seharusnya menjadi pelindung bagi anak,” kata Deputi Bidang Perlindungan Anak KemenPPPA, Nahar, dalam keterangan kepada wartawan, Sabtu (9/3/2024).

Nahar mengatakan kasus itu menjadi duka bagi jajarannya di KemenPPPA. Pihaknya juga mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam mengusut kasus tersebut hingga mengamankan pelaku.

“Kami mengapresiasi kerja cepat Polres Metro Bekasi Kota dan menghargai proses hukum yang berlaku. Meski begitu, juga mendorong agar penyebab kematian dan pelaku pembunuhan dapat segera diungkap berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan,” katanya.

Nahar mengaku pihaknya juga mendapatkan informasi anak pelaku lainnya yang masih berusia 2 tahun turut menjadi sasaran pelaku. Beruntung, korban masih bisa diselamatkan oleh pihak kepolisian.

“Pelaku mengaku memiliki keyakinan dan mendapatkan bisikan untuk membunuh anaknya. Anak pelaku yang lain, AR, berusia 2 tahun juga menjadi salah satu target pelaku untuk dibunuh. Namun berhasil diamankan oleh tim Unit PPA Polres Metro Bekasi Kota. Ayah korban saat ini bekerja di Medan, dan setelah mengetahui kejadian ini langsung menuju ke Bekasi,” jelas Nahar.

KemenPPPA kini segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi dalam memberikan bantuan kepada korban selamat. Pihak Kementerian akan memastikan anak korban selamat itu bisa pulih secara psikologis.

“Tim Layanan SAPA 129 Anak akan berkoordinasi dengan DP3A untuk melakukan pendampingan dan pemulihan trauma terhadap anak yang selamat. Kami juga akan berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi Kota untuk memastikan proses hukum berjalan dengan seadil-adilnya,” ujar Nahar.

Sumber : detik.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *