WHO Larang Seluruh Negara Gunakan Vape Karena Bikin Kecanduan, Ini Penyebabnya

who-larang-seluruh-negara-gunakan-vape-karena-bikin-kecanduan-ini-penyebabnya
who-larang-seluruh-negara-gunakan-vape-karena-bikin-kecanduan-ini-penyebabnya

Nagaliga.news – ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mendesak pemerintah memberlakukan larangan rokok elektrik (vape) seperti tembakau dan perasa pada alternatif merokok.

Larangan itu mulai diberlakukan untuk mengurangi kematian dan penyakit yang disebabkan oleh rokok. Mengutip dari beberapa studi, meskipun vape belum memiliki cukup bukti dapat membantu perokok berhenti.

Vape memiliki bahaya kesehatan sehingga pada penggunanya akan cenderung memiliki rasa kecanduan nikotin, terutama pada kalangan anak-anak dan remaja.

“Anak-anak direkrut dan terperangkap pada usia dini untuk menggunakan rokok elektrik dan mungkin terpikat pada nikotin,” kata Tedros Adhanom selaku Direktur Jenderal WHO, dikutip dalam laman Reuters, Jumat (29/12/2023).

Lantas, apa yang membuat kalangan anak-anak dan remaja rentan kecanduan vape? Berikut ulasannya, dilansir dari berbagai sumber.

Meski tidak memakai tembakau, cairan vape ternyata tetap mengandung nikotin. Seperti diketahui, nikotin merupakan zat adiktif, alias zat yang dapat menyebabkan ketergantungan. Seseorang akan kesulitan untuk mengurangi nikotin karena zat ini dapat membentuk seberapa besar tingkat ketergantungan pada tubuh mereka.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa seseorang kesulitan untuk berhenti merokok meski sudah tahu ada banyak sekali bahaya kesehatan yang mengintai bila tetap merokok. Selain itu, para pengguna vape atau rokok elektrik tetap berpotensi menyebabkan ketergantungan.

Pasalnya, tabung dengan tegangan tinggi pada vape dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh. Bahkan, menurut beberapa sumber, Anda lebih rentan menyerap banyak nikotin saat vaping.

Melansir American Lung Association, kebanyakan orang dewasa mulai merokok pada usia 18 tahun bahkan lebih muda. Hal ini juga yang menyebabkan kecanduan semakin kuat.

Apa alasannya?

Sebuah studi menyebutkan bahwa jika seseorang mulai mengonsumsi nikotin pada usia yang sangat muda, kemungkinan kecanduannya akan semakin kuat. Menurut K. Vendrell Rankin, pimpinan Texas A&M University Baylor College of Dentistry’s Tobacco Treatment Services, setiap orang memiliki reseptor nikotin di dalam otak.

Imbasnya, ketika Anda mulai merokok atau vaping, reseptor ini akan memberikan respon peningkatan kebutuhan akan nikotin. Jadi, saat Anda berhenti merokok atau vaping, reseptor itu tidak akan ikut menghilang juga.

Meski kandungan vape bebas dari tembakau, nikotin tetap cepat meningkatkan ketergantungan. Hal ini disebabkan karena nikotin dalam bentuk apa pun dapat memicu melepaskan neurotransmitter seperti adrenalin dan dopamine, yang memiliki dampak pada sistem tubuh.

Dopamine yang mempengaruhi otak dapat menyebabkan ingin nikotin lebih banyak lagi. Bahkan, menurut studi Harvard yang dikutip oleh situs Medical Daily mengungkapkan, bahwa ada zat lain yang juga aditif, yakni pyrazine. Pyrazine juga dapat memperkuat kualitas nikotin. Zat tersebut juga ditemukan pada rokok elektrik.

Sumber : okezone.com

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *