Rating Pemain Manchester City Vs Fluminense: Lemari Trofi Penuh! Phil Foden & Julian Alvarez Bintangi The Cityzens Saat Rengkuh Trofi Piala Dunia Antarklub Pertama Kalinya

By naga Dec23,2023 #manchester city
Rating Pemain Manchester City Vs FluminenseRating Pemain Manchester City Vs Fluminense

Nagaliga.news – Gelandang Inggris itu mencetak satu gol dan berperan penting dalam gol lainnya saat timnya merengkuh trofi pertama kali klub.

Tersisa satu trofi lagi yang belum dimenangkan Manchester City. Selama masa jabatan Pep Guardiola, The Cityzens telah mengantongi setiap medali – kecuali satu. Dan pada Kamis (23/12) dini hari WIB, mereka akhirnya mendapatkan itu. Gol Phil Foden, dan keterlibatan penting dalam dua gol lainnya, membawa City meraih kemenangan telak 4-0 atas Fluminense di final Piala Dunia Antarklub.

Tim asuhan Guardiola memimpin pada menit pertama. Sepakan keras Nathan Ake membentur tiang dan mengarah ke jalur Julian Alvarez, yang dengan cerdik mengarahkan bola ke gawang terbuka. Mereka menambah gol kedua, ketika umpan silang Phil Foden dibelokkan oleh Nino.

The Cityzens menciptakan lebih banyak peluang, dengan Foden sebagai pusatnya. Ditempatkan dalam peran lini tengah yang menyerang, ia menemukan ruang dengan rapi dan mampu menciptakan sejumlah peluang. Dan dia akhirnya mendapat momennya sendiri, dengan mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 3-0 – sebuah tendangan yang mengakhiri aksi cemerlang dari rekan-rekannya. Alvarez kemudian mencetak gol keempat City – sekaligus gol keduanya di laga ini – di akhir pertandingan, dengan gerakan cepat dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti.

Ini merupakan kemenangan telak, Fluminense tidak menawarkan banyak hal selain sesekali menekan dari sayap atau bersusah payah menembus kotak penalti. Tetapi, Guardiola akan khawatir dengan kondisi kebugaran Rodri, setelah ia terlihat tertatih-tatih karena cedera.

 

Kiper & Belakang

Ederson (7/10):

Melakukan satu penyelamatan luar biasa untuk membuat skor tetap 1-0 untuk keunggulan timnya. Mendistribusikan bola dengan baik – meski ada satu momen goyah di babak pertama.

Kyle Walker (7/10):

Menyapu dari belakang secara efektif, dan menyerang ke depan pada beberapa kesempatan. Mengalami sedikit masalah akhir laga.

Ruben Dias (6/10):

Tidak dalam kondisi terbaiknya. Agak longgar dalam penguasaan bola dan mendapat sedikit kendala dari kecepatan lini serang Fluminense.

John Stones (6/10):

Membantu lini tengah secara efektif, dan menjaga bola tetap bergerak. Dia masih belum mencapai kebugaran penuhnya, tapi sepertinya dia tidak jauh dari sana.

Nathan Ake (6/10):

Mengingat sayap kanan Fluminense benar-benar kerepotan mengadang akselerasinya, tembakannya berujung pada gol pembuka timnya.

 

Tengah

Rodri (5/10):

Sedikit kesulitan di babak pertama saat Fluminense cukup ketat mengejar bola. Tidak jauh lebih baik di paruh kedua, dan tertatih-tatih karena cedera. Ketidakhadirannya bisa sangat merugikan.

Rico Lewis (6/10):

Malam yang tidak terlalu bagus bagi pemain muda yang masih belajar.

Phil Foden (8/10):

Jauh lebih efektif sebagai gelandang serang alih-alih false nine. Mencetak satu gol, umpannya juga berbelok menjadi gol bunuh diri lawan, dan menjadi motor serangan tim sepanjang laga.

 

Depan

Bernardo Silva (6/10):

Terlibat dalam duel seru dengan Marcelo yang legendaris. Licik tapi cukup efektif.

Julian Alvarez (8/10):

Membuka skor dengan penyelesaian cerdas. Memberikan assist untuk gol Foden dengan cemerlang. Juga mencetak gol yang keempat. Siapa yang butuh Erling Haaland, eh?

Jack Grealish (5/10):

Menarik bek lawan, menemukan celah di pertahanan tapi kurang pada beberapa kesempatan penting. Jeremy Doku, dalam kondisi kebugaran penuh, pasti menjadi pilihan pertama di sini.

 

Pengganti & Manajer

Mateo Kovacic (6/10):

Masuk untuk menyelesaikan masalah tim di babak pertama, dan sangat efektif.

Josko Gvardiol (5/10):

Setelah masuk, beberapa pergeseran terjadi di bek sayap. Dia bermain di luar posisi aslinya.

Manuel Akanji (N/A):

Tak punya waktu untuk memberikan dampak.

Oscar Bobb (N/A):

Tak punya waktu untuk memberikan dampak.

Matheus Nunes (N/A):

Tak punya waktu untuk memberikan dampak.

Pep Guardiola (9/10):

Menggunakan formasi yang lebih familiar, dengan Alvarez memimpin lin iserang dengan skema 4-3-3. City memimpin lebih awal, mencetak gol kedua tepat waktu, dan akhirnya membuatnya terlihat nyaman. Kini telah memenangkan 14 trofi besar sebagai bos Man City. Yang terbaik sepanjang masa?

 

Sumber : GOAL.COM

By naga

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *