Pengaturan Skor Di Satu Pertandingan Dibanderol Rp100 Juta

Pengaturan SkorPengaturan Skor

Nagaliga.news – Satgas Antimafia Bola kini sedang mendalami mengenai dugaan keterlibatan VW di sejumlah pertandingan lainnya.

Satuan tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri menyebutkan harga yang dipatok para pelaku pengaturan skor di pertandingan sepakbola Indonesia mencapai Rp100 juta di satu laga.

Satgas Antimafia Bola telah melakukan penahanan kepada tiga orang tersangka skandal pengaturan skor berinisial VW, DRN, dan KM. Sementara satu tersangka lainnya, GAS, masih buron, dan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kepala tim penyidikan Satgas Antimafia Bola, Kombes Dani Kustoni, mengungkapkan, angka Rp100 juta itu berdasarkan informasi yang diberikan salah satu tersangka, yakni VW.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan dari VW ini, rata-rata setiap pertandingan Rp100 juta. Tentunya keuntungan finansial yang diperoleh oleh yang bersangkutan. Dari pemberian itu ada selisih keuntungan,” jelas Dani.

Dani menambahkan, VW diduga tidak hanya menjadi aktor pengaturan skor di satu pertandingan saja. Menurut Dani, Satgas Antimafia Bola juga sudah mendapat informasi mengenai keterlibatan VW di pertandingan lainnya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik memutuskan melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka tersebut dengan alasan untuk lebih memudahkan proses penyidikan,” kata Dani.

“Beberapa waktu yang lalu kami mendapatkan informasi. Kami menggali informasi baru mengenai keterlibatan VW terkait dugaan praktek match fixing kepada pertandingan lainnya. Penyidik telah mendapatkan informasi adanya potensi pengulangan tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka yang masih perlu didalami.”

“Kami dari penyidik memutuskan untuk dilakukan penahanan dalam rangka memperdalam informasi-informasi yang kami terima dari luar yang telah kami sampaikan.”

Satgas Antimafia Bola berharap kasus pengaturan skor ini tidak terulang kembali di masa mendatang, sehingga persepakbolaan nasional bisa lebih baik lagi.

“Semoga dengan ditahannya ketiga tersangka ini, dan terbongkarnya kasus match fixing dapat memberikan effek jera, serta pembelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mendukung, atau bahkan terlibat dalam aktivitas tersebut, atau hal-hal lain yang dapat mencoreng persepakbolaan Indonesia,” imbuh Dani.

 

Sumber : goal.com

By naga

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *