Mengintip Kapal Induk Baru China, Berambisi Secanggih Amerika

Mengintip_Kapal_Induk_Baru_China,_Berambisi_Secanggih_Amerika

Nagaliganews – China mencurahkan upaya besar untuk membangun kapal induk canggih untuk mengejar teknologi kapal induk Amerika Serikat. Saat ini, China punya dua kapal induk bertenaga konvensional, yaitu Kapal induk Tipe Liaoning 001 (60.000 ton) dan Kapal induk Shandong Tipe 002 (65.000 ton).
China diketahui sedang membangun kapal induk yang jauh lebih besar dan lebih mutakhir, Fujian Type 003 dengan berat 80.000 ton. Hal ini sangat penting sehingga Xi Jinping awalnya ingin kapal tersebut dinamai menurut namanya sendiri. Fujian mungkin akan diujicoba berlayar pada akhir 2023 atau awal 2024.

Dikutip detikINET dari Asian Times, proyek Fujian penting bukan hanya karena nilai militernya tapi terutama karena merupakan proyek bergengsi tinggi, yang diharapkan menjadikan China setara dengan Amerika Serikat.

Baik Liaoning yang berbasis kapal induk Kuznetsov Rusia dan Shandong, tiruan yang lebih baik dari Liaoning, memiliki dek kapal induk bergaya ski-jump untuk meluncurkan pesawat. Satu-satunya pesawat tempur yang bisa dioperasikan China pada kapal induk ini adalah J-15 Flying Shark.

J-15 adalah tiruan dari salinan Su-33 Rusia milik Ukraina, yang merupakan versi Su-27 yang lebih kuat dan lebih berat. J-15 tidak dapat membawa senjata penuh atau tangki bahan bakar terisi penuh ketika beroperasi dari kapal induk karena pesawat itu akan terlalu berat untuk diluncurkan dari dek.

Pertanyaan sebenarnya bagi semua kapal induk modern adalah kemampuan survive. Saat ini, kedua kapal induk China yang beroperasi hanya membawa sejumlah kecil pesawat yang tidak dapat terbang jarak jauh atau membawa muatan senjata berat.

Pesawat tersebut rentan terhadap sistem pertahanan udara modern, seperti AEGIS pada kapal perusak dan kapal penjelajah AS atau pertahanan udara berbasis darat. Keduanya juga jangkauanya terbatas dan tidak dapat beroperasi terlalu jauh dari negaranya serta merupakan sasaran empuk rudal jelajah dan torpedo modern.

Fujian menjanjikan platform yang jauh lebih mumpuni dan akan dibekali sistem ofensif lebih baik. Pesawat ini awalnya akan beroperasi dengan J-15B, versi upgrade dari J-15 dengan avionik modern, fitur siluman, dan perbaikan lainnya.

Fujian dapat membawa 40 pesawat tempur bersama dengan sebuah pesawat AWACS. Nantinya ia akan dilengkapi jet tempur siluman seperti FC-31. Dengan Fujian, China bertaruh dapat menciptakan kapal induk yang benar-benar fleksibel, dapat meluncurkan jet tempur modern seperti FC-31. Mereka mengambil risiko yang signifikan dengan menggunakan peluncur EMALS (Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik) yang meski cepat, kadang bermasalah.

Keterbatasan utama di Fujian adalah pembangkit listriknya, yang membatasi jangkauan dan daya tahannya di laut. Seperti kapal induk China lain, kapal ini masih dinilai rentan terhadap rudal anti kapal, rudal jelajah, dan torpedo.

Selain Fujian, China juga berencana membangun kapal induk keempat yang berteknologi nuklir. Hal ini membutuhkan waktu beberapa tahun lagi karena China belum merancang reaktor nuklir yang cukup besar untuk kapal induk besar.

Misalnya, USS Ford menggunakan dua reaktor nuklir A1B yang dirancang dan diproduksi oleh Bechtel. China sudah menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir kecil untuk kapal selamnya, namun tidak memiliki reaktor yang cukup besar untuk kapal induk.

source : news.detik.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *