Hari ke-4 Gencatan Senjata Gaza, Total 175 Sandera-Tahanan Dibebaskan

Hari_ke-4_Gencatan_Senjata_Gaza,_Total_175_Sandera-Tahanan_Dibebaskan

Nagaliganews – Gencatan senjata di Jalur Gaza antara Israel dan Hamas telah memasuki hari keempat pada Senin (27/11) waktu setempat. Selama tiga hari terakhir gencatan senjata berhasil dipertahankan, dengan puluhan sandera dibebaskan oleh Hamas dan lebih dari 100 tahanan Palestina dibebaskan dari penjara-penjara Israel.
Seperti dilansir Al Jazeera, Senin (27/11/2023), Israel dan Hamas melakukan pertukaran tahanan dan sandera selama tiga hari pertama gencatan senjata di Jalur Gaza yang dimulai sejak Jumat (24/11) waktu setempat. Sesuai kesepakatan, gencatan senjata berlangsung selama empat hari dan akan berakhir pada Senin (27/11).

Laporan Al Jazeera menyebut bahwa dalam kurun waktu tiga hari pertama gencatan senjata, total 175 orang telah dibebaskan. Angka itu terdiri atas sedikitnya 58 orang yang sebelumnya disandera Hamas dan sedikitnya 117 warga Palestina yang dibebaskan dari penjara-penjara Israel.

Jika didata secara rinci, menurut Al Jazeera, maka sejauh ini sudah 39 sandera Israel yang dibebaskan oleh Hamas secara bertahap dalam tiga kelompok, yang masing-masing terdiri atas 13 orang setiap harinya.

Para sandera Israel yang dibebaskan oleh Hamas selama gencatan senjata itu terdiri atas perempuan, termasuk warga lanjut usia (lansia), dan anak-anak.

Belasan sandera lainnya yang dibebaskan oleh Hamas terdiri atas 17 warga negara Thailand, satu warga negara Filipina dan satu sandera lainnya yang berkewarganegaraan Rusia-Israel.

Hamas, dalam pernyataannya, menyebut bahwa seorang warga Rusia-Israel bernama Ron Krivoy dibebaskan ‘sebagai tanggapan atas upaya Presiden Vladimir Putin’ dan ‘dukungannya untuk perjuangan Palestina’.

Selain para sandera Hamas, terdapat juga total 117 tahanan Palestina yang telah dibebaskan oleh Israel dari beberapa penjara di wilayahnya. Sejak gencatan senjata berlangsung pada Jumat (24/11), Israel membebaskan 39 tahanan Palestina setiap harinya sebagai imbalan atas pembebasan sandera oleh Hamas di Jalur Gaza.

Para tahanan Palestina ini kebanyakan dibawa ke Tepi Barat dan beberapa dibawa ke Yerusalem Timur usai dibebaskan oleh Israel. Menurut laporan otoritas Palestina, ada lebih dari 3.200 warganya yang ditangkap Israel di wilayah Tepi Barat sejak perang berkecamuk di Jalur Gaza pada awal Oktober lalu.

Dalam kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir, Israel dan Hamas setuju untuk menghentikan pertempuran di Jalur Gaza selama empat hari, terhitung sejak Jumat (24/11) pekan lalu, demi memungkinkan pembebasan sandera secara bertahap.

Berdasarkan kesepakatan itu, Hamas harus membebaskan 50 sandera, yang terdiri atas perempuan dan anak-anak, secara bertahap selama gencatan senjata berlangsung. Sebagai imbalannya, Israel harus membebaskan total 150 tahanan Palestina, sebagian besar tahanan perempuan dan anak-anak, dari penjaranya.

Kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan itu juga mencakup masuknya ratusan truk pengangkut bantuan kemanusiaan dan medis ke seluruh wilayah Jalur Gaza tanpa terkecuali.

Sementara itu, untuk rencana pembebasan sandera pada Senin (27/11) waktu setempat, laporan media Israel menyebut otoritas Tel Aviv belum menerima daftar para sandera yang akan dibebaskan oleh Hamas.

Hamas dilaporkan menyandera sekitar 240 orang, termasuk warga negara asing, setelah menyerang Israel secara mengejutkan pada 7 Oktober lalu. Sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, tewas akibat serangan Hamas tersebut.

Israel kemudian melancarkan serangan udara, darat dan laut terhadap Jalur Gaza untuk merespons serangan Hamas itu. Laporan otoritas kesehatan Gaza menyebut nyaris 15.000 orang tewas akibat rentetan serangan Israel selama lebih dari tujuh pekan terakhir.

source : news.detik.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *